Sejarah Multimedia
- Keberadaan surat kabar menjadi titik awal berkembangnya dunia multimedia. Surat kabar disebut sebagai media komunikasi pertama dengan menyajikan teks, grafik dan gambar.
- Penciptaan film pertama yang dilakukan dengan mengamati setiap pergerakan yang mempengaruhi persepsi mata manusia di sekitar tahun 1830.
- 1895 – Guglielino Marconi mengirimkan transimisi radio nirkabel pertamanya di Ponthecchio, Italia.
- 1950 – Penciptaan televisi pertama sebagai media yang menampilkan video.
- 1960 – Ted Nelson menciptakan istilah hypertext.
- 1967 – Nicholas Negroponte membentuk suatu kelompok arsitektur (Architecture Machine Group).
- 1968 – Douglas Engelbart mendemonstrasikan On-Line System (NLS), program hypertext yang pertama.
- 1969 – Nelson dan Van Dam menciptakan editor hypertext awal yang disebut FRESS.
- 1976 – Architecture Machine Group mengusulkan proyek yang berjudul Multiple Media.
- 1978 – Menghasilkan Aspen Movie Map, videodisk hypermedia pertama.
- Istilah multimedia berawal dari teater, bukan computer. Pertunjukan yang memanfaatkan lebih dari satu medium seringkali disebut pertunjukan multimedia.
- Sistem multimedia dimulai pada akhir 1980-an dengan diperkenalkannya Hypercard oleh Apple pada tahun 1987 dan pengumuman oleh IBM pada tahun 1989 mengenai perangkat lunak audio visual connection(AVC) dan video adhapter card ps/2
- Digitalisasi multimedia bermula pada 1983-1986 dengan kemunculan Viewtron. Knight-Ridder membuat sebuah proyek yang memberikan akses berita kepada khalayak sebelum berita tersebut dicetak pada koran. Berita yang ditampilkan merupakan berita dari Miami Herald dan Associated Press. Namun, Viewtron terpaksa harus ditutup pada 31 Maret 1986 dikarenakan tidak memberikan profit apapun setelah 6 tahun penelitian dan 3 tahun beroperasi. Selain itu, dalam mengakses Viewtron diperlukan perangkat khusus seperti terminal dan keyboard.
- Pada tahun 1988, World Wide Web mulai berkembang dan memunculkan banyak pionir laman berita dari berbagai media berita. Contohnya seperti CNN, The Chicago Tribune, dan News & Observer
- Pada tahun 1994 diperkerkirakan ada lebih dari 700 produk dan sistem multimedia dipasaran.
- Multimedia memungkinkan pemakai komputer untuk mendapatkan output dalam bentuk yang jauh lebih kaya dari pada media table dan grafik konvensional. pemakai dapat melihat gambar tiga dimensi, foto, video bergerak atau animasi dan mendengar suara stereo, perekaman suara atau alat musik.
- Beberapa sistem multimedia bersifat interaktif, memungkinkan pemakai memilih output dengan mouse atau kemampuan layar sentuh untuk mendapatkan dan menjalankan aplikasi itu.
Contoh Kasus
Dalam Bidang Pembelajaran:
Media dapat meningkatkan kemampuan ekspresi
diri guru maupun siswa
Begitupula terhadap
penggunaan mutlimedia dalam pembelajaran dimana pemanfaatan multimedia akan
optimal hanya jika peserta belajar paham menggunakan teknologi dari multimedia
itu sendiri. Artinya bagaimana memperoleh manfaat yang optimal ketika
menggunakan saja belum terampil. Menggunakan dalam hal ini berkonotasi dengan
sebuah alat (tools). Sebagai sebuah alat, multimedia tentunya dipahami dulu
cara-cara dan prosedur yang berlaku dan panduan-panduan yang ada. Sebagai
contoh software atau aplikasi video editor adalah sebuah alat, sebagai alat
karena didalam aplikasi video editor itu terdapat icon( tool) untuk mengolah
data video, disamping terdapat juga ikon (tool) sebagai pengolah data video.
Aplikasinya sendiri dapat dipastikan sebagai aplikasi yang mutimedia, untuk dapat
memperoleh manfaat yang optimal tentunya harus dipahami dulu cara menggunakan
aplikasi tersebut, barulah kita meramu bahan mentah untuk diolah sehingga
hasilnya adalah file video yang bukan saja memenuhi maksud dibuatnya proyek
tersebut, juga bisa dimanfaatkan oleh pemakai untuk berbagai kepentingan.
Dengan mencermati
pedoman umum penggunaan media dalam proses pembelajaran maka penggunaan
multimedia agar bisa dimanfaatkan dengan otpimal berangkat dari seleksi yang
tepat untuk sebuah strategi. Pola umum tersebut dapat digambarkan dengan
berbagai pola seperti ilustrasi dibawah ini:
Pola pertama : dimana dosen (penganjar)
menyampaikan pesan belajar secara klasikal. Pola kedua dimana dosen (pengajar)
dalam menyampaikan pesan belajar dengan media.
Pemanfaatan media ini
misalnya menghadirkan media tiruan untuk ditunjukkan kepada peserta belajar.
Pola ketiga ketika dosen (pengajar) menyampaikan pesan belajar berpedoman pada
media, berpedoman pada media artinya media cetak seperti buku menjadi
pegangangan wajib. Pola keempat seorang dosen (pengajar) berbagi dengan media,
contohnya dalam pemanfaatan CD interaktif atau bahan ajar yang telah disimpan
dalam server berformat web interaktif. Dimana dalam kegiatan pembelajaran
seorang dosen setelah menyampaikan konsep materi pelajaran, akan dilanjutkan
dengan bantuan CD interaktif atau materi yang sudah tersimpan pada server untuk
memandu mahasiswa dalam mempraktekkan langkah-langkah misalnya membuka program
macromedia dreamweaver dengan bantuan demonstrasi. Sehingga fungsi, peran dosen
dalam pola ini benar-benar optimal sebagai fasilitator. Pola yang kelima atau
terakhir dimana pesan belajar yang disampaikan pada peserta belajar hanya
dengan kehadiran media. Konsep ini dapat kita lihat pada mahasiswa universitas
terbuka yang belajar dengan bantuan Buku Ajar Materi Pokok (BMP) atau modul
yang dirancang sesuai karakterisitk dari Pendidikan jarak jauh
Dampak Positif
- Mempercepat arus informasi
- Mempermudah akses terhadap informasi terbaru
- Media social
- Membantu individu dalam mencari informasi
- Media hiburan
- Mepermudah komunikasi dengan individu lainnya yang jauh
- Sharing dan berbagi file
- Memiliki banyak dampak positif dalam dunia pendidikan
- Sebagai lokasi untuk bisnis jual beli
- Membantu menyelesaikan masalah dengan mudah
Dampak Negatif
- Individu menjadi malas untuk bersosialisasi secara fisik
- Meningkatnya penipuan dan juga kejahatan cyber
- Cyber Bullying
- Konten negative yang berkembang pesat
- Fitnah dan juga pencemaran nama baik secara luas
- Menjauhkan yang dekat
- Mengabaikan tugas dan juga pekerjaan
- Mebuang-buang waktu untuk hal yang tidak berguna (baca juga: bahaya kecanduan internet)
- Menurunnya prestasi belajar dan juga kemampuan bekerja seseorang
sumber:
- https://id.wikipedia.org/wiki/Multimedia
- https://www.kompasiana.com/gregoriusch/5a7432bc16835f01cf303af4/multimedia-definisi-dan-sejarah
- https://www.nesabamedia.com/pengertian-multimedia/
- https://desykristiyanti27.wordpress.com/kumpulan-materi-2/sejarah-multimedia/
- http://blag-ilmupengetahuan.blogspot.com/2017/10/dampak-positif-dan-negatif-penggunaan.html
- http://hartina129b.blogspot.com/2013/04/pengertian-multimedia-dan-contohnya.html

